Prediksi Jumlah Belanja Tidak Langsung Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Menggunakan Aplikasi Orange
DOI:
https://doi.org/10.47701/efb25j36Keywords:
Belanja Tidak Langsung, Prediksi, Data MiningAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi belanja tidak langsung di Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan metode data mining, khususnya algoritma Random Forest, Decision Tree, dan Linear Regression. Belanja tidak langsung merupakan komponen krusial dalam pengelolaan keuangan daerah, yang meliputi pengeluaran untuk gaji pegawai, subsidi, dan bantuan sosial, serta memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan untuk periode tahun 2015 hingga 2022. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi Orange. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan pengeluaran untuk gaji pegawai adalah faktor- faktor signifikan yang memengaruhi belanja tidak langsung. Pertumbuhan ekonomi yang positif cenderung mendorong peningkatan belanja tidak langsung untuk investasi infrastruktur dan program sosial, sementara inflasi yang tinggi dapat mengakibatkan penyesuaian alokasi anggaran untuk bantuan sosial. Pengeluaran untuk gaji pegawai juga merupakan faktor krusial yang dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal. Prediksi belanja tidak langsung untuk tahun 2024 dan 2025 dengan ketiga algoritma menghasilkan nilai sebagai berikut: Random Forest memprediksi Rp. 6.170.806.018,77 untuk 2024 dan 2025; Linear Regression memprediksi Rp. 6.950.863.031,90 untuk 2024 dan Rp. 7.331.836.271,94 untuk 2025; dan algoritma Tree memprediksi Rp. 6.229.891.267,53 untuk 2024 dan 2025. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan dalam merencanakan dan mengalokasikan anggaran secara lebih efektif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan.
References
[1] Nabilah, Rima, and Dani Sugiri. "Apakah Bantuan Sosial dan Belanja Modal Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Daerah di Provinsi Sumatera Selatan?." Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi 21.1 (2022): 85-98.
[2] .Mayasari, Riana, et al. "Efisiensi dan efektivitas belanja langsung pada balai bahasa provinsi sumatera selatan." Balance: Jurnal Akuntansi dan Bisnis 6.2 (2021): 180-189.
[3] Thoyib, M., and Eka Jumarni Fithri. "Pengaruh Belanja Bantuan Sosial, Belanja Tidak Terduga, Belanja Barang Dan Jasa, Dan Belanja Modal Terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan." Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962- 2956 3.1 (2022): 5-11.
[4] Nababan, T. J. A., & Robertus, M. H. (2024). Pengaruh Aglomerasi, Jumlah Penduduk, Dana Perimbangan, dan Belanja Pemerintah terhadap KETIMPANGAN ANTAR WILAYAH DI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2018-2022. DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMICS, 13(2), 41-51.
[5] Aryanti, A., & Nugroho, H. (2022). Penilaian Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2017- 2021. Seminar Nasional Akuntansi dan Manajemen PNJ (SNAMPNJ), 3.
[6] Manurung, S. S., Sembiring, S., & Parhusip, P. (2025). PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI SUMATERA
SELATAN PERIODE 2017-2021. Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan, 11(1), 92–105.
[7] Padriyansyah. (2015). ANALISIS PENERAPAN DAN PERKEMBANGAN PRO-POOR BUDGETING DI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2009-2013. Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini, 6(2), 20–31.
[8] Noeringhati, A. (2023). Rekonstruksi Regulasi Pola Relasi Eksekutif Dan Legislatif Dalam Penyusunan Peraturan Daerah Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Selatan Berbasis NilaiS Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD)
Sumatera Selatan Berbasis NilaiS
[9] Nugraha, M. I. (2021). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Tenaga Kerja, Dan Panjang Jalan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015-2019
[10] Rahmi, H. S. L., & Sari, V. F. (2023). Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah terhadap Prediksi Financial Distress pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016-2020. Jurnal Nuansa Karya Akuntansi, 1(2), 145–156.
[11] Susetyo, D. (2016). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Kredit Konsumsi terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2006- 2015.
[12]tapania, A., & Falia, F. T. (2024). Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Sistem Pengendalian Internal (SPI) terhadap Kualitas Laporan Keuangan pada BPKAD Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi (JASIKA), 4(01), 23– 33.
[13] Fernandes, J., & Putri, S. (2022). PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH PADA 19 KABUPATEN/KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT
[14] Sumarauw, S. A., Tielung, M. V., & Manengal, E. (2022). Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara Periode 2017-2021. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 14(2).