Analisis Adopsi E-commerce di Indonesia: Strategi Digitalisasi untuk Pelaku Usaha (2019-2021)

Authors

  • Bayu Satrio Wibowo Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Raihan Marzo Yudhistira Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Rivky Evandeto Teguh Afandy Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Bella Okta Sari Miranda Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Chusnul Maulidina Hidayat Universitas Duta Bangsa Surakarta

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan transformasi digital pada berbagai sektor usaha, termasuk adopsi e-commerce oleh pelaku usaha di Indonesia. Namun, tingkat pemanfaatan e-commerce masih menunjukkan variasi antar wilayah dan menghadapi berbagai hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi e-commerce di Indonesia periode 2019–2021, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta merumuskan strategi digitalisasi bagi pelaku usaha. Penelitian menggunakan data sekunder dari publikasi Statistik E-Commerce Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan meliputi proses ETL (Extract, Transform, Load), analisis deskriptif, dan visualisasi data menggunakan Power BI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi e-commerce masih relatif rendah, dengan hanya 36,14% pelaku usaha yang telah menggunakan e-commerce, sementara 63,86% lainnya masih berjualan secara konvensional. Alasan utama tidak menggunakan e-commerce adalah kenyamanan berjualan secara offline, rendahnya minat berjualan online, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan digital. Analisis juga menunjukkan adanya kesenjangan adopsi antar provinsi, di mana DI Yogyakarta memiliki tingkat adopsi tertinggi dan Maluku Utara terendah. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan adopsi e-commerce pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Instagram menjadi platform penjualan yang paling banyak digunakan, sedangkan metode pembayaran Cash on Delivery (COD) masih mendominasi transaksi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-commerce di Indonesia memerlukan peningkatan literasi digital, penguatan infrastruktur teknologi, perluasan akses internet, serta kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing UMKM. Kata Kunci: Adopsi E-commerce, Digitalisasi Usaha, Transformasi Digital, Ekonomi Digital

Downloads

Published

2026-07-25