Perancangan Arsitektur Keamanan Ruang Arsip Berbasis IoT Menggunakan Autentikasi Multi-Faktor dan Audit Trail
Keywords:
Ruang Arsip, Jejak Audit, Internet of Things. Autentikasi Multi-Faktor, Keamanan FisikAbstract
Kunci fisik tradisional memiliki banyak kelemahan sehingga dianggap sudah tidak memadai lagi untuk mengamankan dokumen-dokumen vital negara yang disimpan pada ruang arsip. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti risiko duplikasi kunci dan minimnya rekam jejak akses otomatis. Faktor tersebut merupakan celah keamanan yang fatal. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem keamanan terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) yang memperketat akses masuk serta memantau kondisi lingkungan ruang arsip tersebut.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah perlindungan berlapis yang melalui Multi Factor Authentication (MFA). Sistem ini mengharuskan pengguna untuk melewati tahap kombinasi verifikasi mutlak: sensor sidik jari biometrik, RFID, dan input kode PIN. Mikrokontroler yang berfungsi sebagai pusat kendali memiliki tugas untuk mengatur seluruh proses autentikasi sekaligus membaca indikator dari sensor keselamatan (suhu, asap, dan api). Pada hasil perancangan perangkat keras (hardware), prototipe terbagi menjadi empat zona fungsional yaitu: eksterior, interior, plafon, dan kotak panel). Pembagian ini dapat menghasilkan rute kabel yang tersembunyi agar dapat mengurangi probabilitas sabotase fisik. Perangkat lunakyang terdapat pada sistem ini memungkinkan untuk melakukan pencatatan setiap percobaan akses secara akurat. Seluruh data log akan dikirimkan via protokol MQTT menuju server database MySQL. Data log ini kemudian akan disajikan sebagai fitur Jejak Audit (Audit Trail) yang akan ditampilkan pada dashboard admin. Desain sistem ini juga telah menerapkan mekanisme fail-safe. Yang artinya ketika sistem mendeteksi adanya potensi bahaya, maka sistem akan mengabaikan protokol keamanan dan otomatis membuka kunci pintu agar evakuasi darurat dapat lebih mudah dilakukan. Kesimpulannya, arsitektur sistem ini telah dirancang agar mampu menutup celah akses ilegal serta menjamin akuntabilitas riwayat akses dan tetap memprioritaskan keselamatan manusia apabila terjadi bencana.