Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Destinasi Wisata Terbaik Menggunakan Metode SMART Kabupaten Magelang
Keywords:
Sistem Pendukung Keputusan, SMART, Destinasi Wisata, Kabupaten Magelang.Abstract
Kabupaten Magelang memiliki beragam destinasi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Banyaknya pilihan destinasi sering kali menyulitkan wisatawan dalam menentukan lokasi wisata yang sesuai dengan preferensi mereka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) untuk memberikan rekomendasi destinasi wisata terbaik di Kabupaten Magelang. Penelitian menggunakan 71 data destinasi wisata, dengan 10 destinasi dipilih sebagai alternatif yang dievaluasi berdasarkan lima kriteria, yaitu harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, dan aksesibilitas. Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui pembobotan kriteria, normalisasi bobot, perhitungan nilai utility, dan perhitungan nilai akhir SMART untuk memperoleh peringkat setiap alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Punthuk Setumbu memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,8065, diikuti Candi Borobudur sebesar 0,7900 dan Tubing Kali Blongkeng sebesar 0,7630. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode SMART mampu menghasilkan rekomendasi destinasi wisata secara objektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sehingga dapat digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam pemilihan destinasi wisata di Kabupaten Magelang.
References
[1] . Banyaknya pilihan tempat wisata yang ada sering membuat para wisatawan bingung memilih tujuan yang sesuai dengan kebutuhan dan selera mereka. Oleh karena itu, sangat dibutuhkannya sebuah sistem yang bisa membantu dalam mengambil keputusan secara adil dan terorganisir
[2] . Penelitian yang dilakukan oleh Iqbal menunjukkan bahwa metode SMART yang digabungkan dengan teknik pembobotan ROC bisa memberikan rekomendasi tempat wisata yang lebih tepat dan membantu wisatawan dalam memilih tujuan wisata sesuai dengan berbagai kriteria penilaian
[3] . Selain banyak pilihan wisata, penyebaran data tempat wisata masih menjadi kendala di sejumlah daerah. Kurangnya informasi membuat para wisatawan mengalami kesulitan dalam mencari refrensi menentukan destinasi yang tepat. Situasi ini menunjukkan perlu sistem rekomendasi yang mampu menyediakan informasi dengan pengambilan keputusan secara objektif, sehingga wisatawan lebih mudah menentukan tujuan wisata
[4] . Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sebuah sistem yang berbasis komputer yang dibuat untuk membantu individu di proses pengambilan keputusan, terlebih dalam keadaan yang rumit atau tidak terstruktur. Metode SMART banyak diterapkan karena menyediakan pendekatan yang mudah dalam perhitungan, mudah dipahami, dan mampu memberikan hasil yang cukup asalkan bobot dan nilai yang dipakai sudah benar
[5] . Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan metode SMART berguna dan berhasil digunakan dalam bidang pariwisata. Penerapan metode SMART dan TOPSIS pada sistem pendukung keputusan pemilihan destinasi wisata juga menunjukkan bahwa kedua metode mampu menghasilkan rekomendasi yang objektif berdasarkan berbagai kriteria penilaian
[7] . Ramdhan dkk. menggunakan metode SMART untuk merekomendasikan tempat wisata di Jawa Timur dan membuat daftar pilihan alternatif secara objektif
[8] . Parlina dan Irawan untuk memilih water park terbaik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Water Park memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,70 menempati peringkat pertama
[9] . dan Marsono dkk. menggunakan SMART untuk memilih pantai terbaik di Kabupaten Bantul dan berhasil memberikan rekomendasi wisata berdasarkan berbagai kriteria. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Pantai Parangtritis memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,711 menempati peringkat pertama rekomendasi pantai terbaik
[10] . Selain itu, Afi dan Lenggu menerapkan metode SMART pemilihan lokasi usaha di Kota Kupang. Hasil penelitian menghasilkan rekomendasi dengan memperoleh nilai sebesar 0,6625. Kemajuan teknologi informasi juga mendorong konsep pariwisata cerdas yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pengunjung dalam mendapatkan informasi tentang destinasi wisata
[11] . Konsep pemanfaatan teknologi digital ini meningkatkan layanan yang diberikan, pengalaman yang didapat wisatawan, serta pengelolaan tempat wisata. Prasetyo dan Irawan menyebut tentang smart tourism meningkat pesan selama periode 2019 sampai 2024, berkaitan dengan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing wisata
[12] . Konsep smart tourism sudah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia melalui aplikasi seluler, web, dan media sosial untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menarik banyak pengunjung
[13] . Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa metode SMART mampu menghasilkan rekomendasi destinasi wisata secara objektif. Namun, penelitian-penelitian tersebut umumnya berfokus pada wilayah yang berbeda sehingga alternatif, karakteristik destinasi, serta kriteria yang digunakan tidak dapat diterapkan secara langsung pada Kabupaten Magelang. Selain itu, belum terdapat penelitian yang mengevaluasi destinasi wisata Kabupaten Magelang menggunakan kombinasi lima kriteria harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, dan aksesibilitas. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menerapkan metode SMART untuk menghasilkan rekomendasi destinasi wisata terbaik yang sesuai dengan karakteristik objek wisata di Kabupaten Magelang. Metodologi Penelitian Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk membantu wisatawan dalam menentukan destinasi wisata terbaik di Kabupaten Magelang menggunakan metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). Metode SMART dipilih karena mampu menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan multikriteria melalui pemberian bobot pada setiap kriteria sehingga menghasilkan rekomendasi yang objektif . Tahapan penelitian ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Tahapan Penelitian A. Studi Literatur Tahap awal dilakukan dengan mempelajari berbagai literatur mengenai Sistem Pendukung Keputusan, metode SMART, destinasi wisata, serta penelitian terdahulu yang relevan. Studi literatur bertujuan memperoleh dasar teori, menentukan kriteria penilaian, dan menyusun metodologi penelitian. B. Identifikasi Masalah Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap permasalahan pemilihan destinasi wisata di Kabupaten Magelang. Banyaknya alternatif objek wisata menyebabkan wisatawan mengalami kesulitan dalam menentukan destinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Permasalahan tersebut menjadi dasar dalam pengembangan sistem pendukung keputusan. C. Pengumpulan Data Data penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan dokumentasi dari berbagai sumber yang memuat informasi destinasi wisata di Kabupaten Magelang. yang dikumpulkan meliputi alternatif destinasi wisata beserta nilai pada setiap kriteria, yaitu harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, dan aksesibilitas. D. Analisis Kebutuhan Tahap ini bertujuan menentukan kebutuhan sistem yang meliputi alternatif destinasi wisata, kriteria penilaian, jenis atribut setiap kriteria (benefit atau cost), serta bobot masing-masing kriteria berdasarkan tingkat kepentingannya. Hasil analisis kebutuhan menjadi dasar dalam proses pengambilan keputusan menggunakan metode SMART. E. Penerapan Metode SMART Setelah data penelitian diperoleh, dilakukan proses pengolahan menggunakan metode SMART. Tahapan metode SMART meliputi penentuan alternatif dan kriteria, pembobotan kriteria, normalisasi bobot, perhitungan nilai utility, perhitungan nilai akhir, dan perangkingan alternatif sehingga diperoleh rekomendasi destinasi wisata terbaik. Normalisasi Bobot (1) Wj = bobot ternormalisasi kriteria ke-j Wj = bobot awal kriteria ke-j Perhitungan Utility Benefit: (2) Cost: (3) Perhitungan Nilai Akhir SMART (4) U(ai) = nilai akhir alternatif ke-i Wj = bobot normalisasi kriteria ke-j Uij = nilai utility alternatif ke-i pada kriteria ke-j Perangkingan Alternatif Perangkingan berdasarkan nilai akhir SMART. Alternatif nilai tertinggi direkomendasikan destinasi wisata terbaik di Kabupaten Magelang. F. Analisis Hasil Hasil perhitungan SMART dianalisis berdasarkan nilai akhir yang diperoleh setiap alternatif. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing kriteria terhadap hasil perangkingan serta menentukan destinasi wisata yang paling direkomendasikan. G. Penarikan Kesimpulan Tahap terakhir adalah menyusun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian serta memberikan saran sebagai bahan pengembangan penelitian selanjutnya. Hasil dan Pembahasan Dalam penelitian ini menggunakan dataset yang terdiri dari 71 data penelitian terhadap destinasi wisata di Kabupaten Magelang. Dari data tersebut, 10 lokasi wisata dipilih sebagai pilihan alternatif dalam perhitungan metode SMART yang mewakili berbagai karakteristik destinasi yang berbeda. Penilaian dilakukan dengan melihat lima hal, yaitu harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, aksesibilitas. Proses perhitungan mencakup penentuan dan penyesuaian bobot kriteria, perhitungan nilai utility dan perhitungan nilai akhir dan penilaian terhadap setiap alternatif untuk menghasilkan rekomendasi destinasi wisata terbaik di Kabupaten Magelang. Data alternatif destinasi wisata dalam penelitian ditunjukkan pada Tabel I. Data alternatif Tabel I. Data Alternatif Destinasi Wisata Terdapat 10 alternatif destinasi wisata di Kabupaten Magelang untuk melihat mana yang terbaik. 10 tempat dipilih karena mewakili jenis objek wisata mulai dari sejarah, alam, hingga wisata buatan. Seluruh alternatif akan dinilai berdasarkan lima kriteria yang ditetapkan untuk menemukan tempat wisata yang terbaik, dapat dilihat Tabel II. Kriteria Kriteria digunakan sebagai dasar penilaian ditunjukkan pada Tabel II. Tabel II. Kriteria Penelitian menggunakan 5 kriteria yaitu harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, dan aksesibilitas. Kriteria tersebut terdiri dari kriteria benefit dan cost. Bobot Tabel III. Bobot Rating pengunjung memiliki bobot tertinggi sebesar 35%, sehingga menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan. Bobot tersebut dinormalisasi seperti Tabel IV. Normalisasi Bobot Tabel IV. Normalisasi Bobot Seluruh bobot telah dinormalisasi sehingga total bobot bernilai 1 dan dapat digunakan dalam perhitungan metode SMART. Setelah itu data awal setiap alternatif ditampilkan pada Tabel V. Data Alternatif (Data Awal) Data penilaian alternatif berdasarkan kriteria ditunjukkan pada tabel V. Tabel V. Data Alternatif Setiap alternatif memiliki nilai yang berbeda pada masing-masing kriteria. Kemudian ditentukan nilai minimum dan maksimum yang dapat dilihat di Tabel VI. Menentukan Nilai Min dan Max Nilai Min dan Max yang digunakan dalam perhitungan utility dilihat pada tabel VI. Tabel VI. Nilai Min dan Max Nilai minimum dan maksimum digunakan sebagai dasar dalam proses normalisasi utility pada setiap kriteria. Menentukan Nilai Utility Tabel VII. Menentukan Nilai Utility Nilai utility menunjukkan tingkat performa setiap alternatif setelah dilakukan normalisasi sesuai jenis kriteria benefit dan cost. Setelah seluruh alternatif dihitung, hasil kemudian dirangkum pada tabel VIII. Rekap Nilai Utility Tabel VIII. Rekapitulasi Nilai Utility Tabel ini menampilkan ringkasan semua nilai utility. Nilai ini dikalikan dengan bobot normalisasi pada setiap kriteria untuk memperoleh nilai akhir SMART. Perhitungan ini ditunjukkan di Tabel IX. Perhitungan Akhir Tabel IX. Perhitungan Akhir Tabel memperlihatkan menghitung hasil akhir SMART. Semua hasil dari perkalian ini dihitung, kemudian dirangkum pada tabel X. Menentukan Perhitungan Akhir Tabel X. Menentukan Perhitungan Akhir Tabel ini menjukkan nilai kontribusi setiap kriteria untuk masing-masing alternatif. Penjumlahan seluruh nilai menghasilkan skor akhir yang digunakan sebagai dasar perangkingan. Hasil peringkat disajikan dalam Tabel XI. Perangkingan Tabel XI. Perangkingan Berdasarkan Tabel XI, Punthuk Setumbu (A6) memperoleh nilai akhir SMART tertinggi sebesar 0,8065 sehingga direkomendasikan sebagai destinasi wisata terbaik di Kabupaten Magelang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Punthuk Setumbu memiliki keseimbangan nilai yang baik pada lima kriteria yang digunakan, yaitu harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, dan aksesibilitas. Meskipun tidak memperoleh nilai maksimum pada seluruh kriteria, kombinasi nilai utility yang tinggi pada sebagian besar kriteria serta bobot terbesar pada kriteria rating pengunjung (35%) dan jumlah pengunjung (25%) memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai akhirnya. Di sisi lain, Candi Borobudur (A1) yang dikenal sebagai destinasi wisata paling populer hanya menempati peringkat kedua dengan nilai 0,7900. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga tiket masuk sehingga memperoleh nilai utility terendah pada kriteria biaya (cost). Meskipun Candi Borobudur memiliki nilai maksimum pada kriteria rating pengunjung, jumlah pengunjung, dan fasilitas, pengaruh harga tiket sebagai kriteria cost menyebabkan nilai akhirnya sedikit lebih rendah dibandingkan Punthuk Setumbu. Hasil ini menunjukkan bahwa metode SMART tidak hanya mempertimbangkan tingkat popularitas suatu destinasi, tetapi mengevaluasi seluruh kriteria berdasarkan bobot yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih seimbang. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, bobot kriteria ditentukan berdasarkan asumsi peneliti sehingga hasil perangkingan sangat dipengaruhi oleh bobot yang digunakan. Kedua, penelitian hanya menggunakan lima kriteria, sehingga belum mempertimbangkan faktor lain seperti keamanan, kebersihan, kualitas pelayanan, ulasan wisatawan, maupun kondisi cuaca yang dapat memengaruhi keputusan wisatawan. Ketiga, hasil rekomendasi belum diuji melalui analisis sensitivitas terhadap perubahan bobot maupun dibandingkan dengan metode pengambilan keputusan multikriteria lainnya, seperti SAW, TOPSIS, atau AHP. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat menambahkan kriteria yang lebih komprehensif, melakukan analisis sensitivitas, serta membandingkan hasil SMART dengan metode lain untuk meningkatkan keandalan rekomendasi yang dihasilkan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) dapat diterapkan sebagai sistem pendukung keputusan untuk membantu proses pemilihan destinasi wisata di Kabupaten Magelang. Penerapan metode SMART pada sepuluh alternatif destinasi wisata berdasarkan lima kriteria, yaitu harga tiket, rating pengunjung, jumlah pengunjung, fasilitas, dan aksesibilitas, menghasilkan perangkingan alternatif sesuai dengan bobot dan nilai kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil perhitungan, Punthuk Setumbu memperoleh nilai akhir tertinggi sehingga menjadi alternatif yang paling direkomendasikan dalam penelitian ini. Namun, hasil rekomendasi tersebut dipengaruhi oleh bobot kriteria dan alternatif yang digunakan, sehingga tidak dapat digeneralisasikan sebagai destinasi wisata terbaik secara mutlak. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan alternatif dan kriteria yang lebih beragam, melakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan bobot, serta membandingkan hasil SMART dengan metode pengambilan keputusan multikriteria lainnya untuk meningkatkan keandalan hasil rekomendasi. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan masukan selama proses penyusunan penelitian ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Referensi
[14] L. P. G. Mamahani, M. R. Katili, N. I. Yahya, dan S. K. Nasib, “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Destinasi Wisata menggunakan AHP,” Inf. Syst. Educ. Prof. J. Inf. Syst., vol. 9, no. 1, hal. 49, 2024, doi: 10.51211/isbi.v9i1.2839.
[15] D. Widiyastuti et al., “Analisis Tingkat Perkembangan Destinasi Wisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,” Compact Spat. Dev. J., vol. 2, no. 1, hal. 65–78, 2023, doi: 10.35718/compact.v2i1.851.
[16] M. Iqbal, “Penerapan Metode SMART Dan Pembobotan ROC Pada Pemilihan Destinasi Wisata Teraman Di Indonesia,” J. Fasilkom, vol. 14, no. 2, hal. 355–360, 2024, doi: 10.37859/jf.v14i2.7256.
[17] A. Asrullah dan T. Rachman, “Rekomendasi Objek Wisata Pulau Bangka Menggunakan Metode Smart (Simple Multi Attribute Rating Technique) Berbasis Web,” JATI (Jurnal Mhs. Tek. Inform., vol. 7, no. 6, hal. 3499–3508, 2024, doi: 10.36040/jati.v7i6.9144.
[18] S. R. Afi dan M. A. S. Lenggu, “Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Lokasi usaha di Kota Kupang dengan SMART Method,” Blend Sains J. Tek., vol. 3, no. 4, hal. 491–507, 2025, doi: 10.56211/blendsains.v3i4.797.
[19] Q. Q. Ain, R. Kurnia, D. I. Kurnianto, dan N. Wakhidah, “Implementasi Metode SMART dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Destinasi Wisata Populer di Yogyakarta,” Semin. Nas. Inov. DAN TREN Teknol., hal. 84–90, 2025.
[20] R. Anjelina et al., “Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemilihan Objek Wisata Menggunakan Metode TOPSIS Studi Kasus Kabupaten Bengkayang,” J. Inform. Ed. ke-20 Nomor 2, vol. 4221, hal. 74–83, 2024.
[21] G. A. S. Ramadhan, A. D. Churniawan, dan A. P. Wardhanie, “Aplikasi Sistem Perhitungan Rekomendasi Destinasi Wisata di Jawa Timur Menggunakan Metode SMART,” J. Ris. dan Apl. Mhs. Inform., vol. 5, no. 3, hal. 593–601, 2024, doi: 10.30998/jrami.v5i3.10862.
[22] I. I. Parlina dan E. Irawan, “Memanfaatkan Metode Smart Sebagai Rekomendasi Water Park Terbaik Bagi Wisatawan Di Wilayah Pematangsiantar,” J. Innov. Futur. Technol., vol. 5, no. 1, hal. 51–58, 2023, doi: 10.47080/iftech.v5i1.2456.
[23] K. Andriani, E. Rosalina Widyayanti, A. Hadi Nasyuha, dan D. Rahman Habibie, “BULLETIN OF COMPUTER SCIENCE RESEARCH Implementasi Metode SMART dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pantai Terbaik,” Media Online), vol. 6, no. 1, hal. 364–372, 2025, doi: 10.47065/bulletincsr.v6i1.781.
[24] H. Anwar, Salamet, dan E. Safitri, “Penerapan Konsep Smart Tourism Guna Mewujudkan Digitalisasi Pariwisata Kabupaten Sumenep,” Karat. J. Pembang. Sumenep, vol. 2, no. 2, hal. 182–193, 2023.
[25] H. Prasetyo dan N. Irawati, “Smart Tourism Research Landscape 2019 - 2024: Bibliometric Insights On Trends, Collaboration, And Sustainability,” J. Kepariwisataan Indones. J. Penelit. dan Pengemb. Kepariwisataan Indones., vol. 19, no. 2, hal. 251–266, 2025, doi: 10.47608/jki.v19i22025.251-266.
[26] R. Apriani, S. A. Rahmi, A. H. Nazwin, dan M. Mintasrihardi, “Strategi Kebijakan Konsep Smart Tourism Untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Mancanegara di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” RIGGS J. Artif. Intell. Digit. Bus., vol. 4, no. 3, hal. 2374–2382, 2025, doi: 10.31004/riggs.v4i3.2331.